Kepolisian Reseort Bulukumba sekitar pukul 10.00 wita mengamankan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor Bupati Bulukumba jalan Jenderal sudirman Gabungan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Bulukumba, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dipimpin Ebit (HMI), Amiruddin (Ketua IMM), dan Muh. Amin Lahaseng (Ketua PMII), (Selasa 26-07-2016)

Berjumlah sekitar 50 orang yang mengatas namakan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Cabang Bulukumba, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dengan membawa Bendera tiap – tiap Almamater, dan berorasi secara bergantian yang intinya mengecam pernyataan Kesbangpol yang menyatakan IMM, HMI, PMII adalah Ilegal dan meminta Kakesbangpol serta Kabid Hubungan Antar Lembaga Ahmad Tafsir untuk mengundurkan diri dari jabatannya. adapun bentuk tuntutan mereka ditujukan kepada pernyataan Ahmad Tafsir (Kabid Hubungan Antar Lembaga).

Hal inilah yang membuat Gabungan aktivis ini menggugat melakukan tuntutan yaitu Meminta Kesbangpol untuk meminta maaf melalui media tiga kali berturut – turut, Meminta Kepala Kesbangpol (A. Mapaita) untuk segera mundur dari jabatannya karena dianggap tidak mampu mengakomodir bawahannya, Meminta Kasi Hubungan Antara Lembaga (Ahmad Tafsir) mundur dari Jabatannya karena dianggap telah mencederai nama baik lembaga kami, Tidak tebang pilih dalam mengakomodir OKP dan Ormas yang ada di Kab. Bulukumba, Menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri atas putusan MK terhadap UU NO. 17 Tahun 2013, Meminta Kesbangpol reaktif dalam sosialisasi aturan berlembaga, Mendesak Bupati Bulukumba untuk tegas menetapkan Kepala Kesbangpol yang profesional.

Sekitar pukul 10.52 Wita, diterima oleh A. Mappaita (Kakesbangpol Bulukumba), mengatakan: Organisasi HMI, PMII dan IMM adalah organisasi yang terdaftar dari Pusat sampai Kabupaten, Kesbangpol sampai saat in in tidak pernah menyatakan bahwa ketiga organisasi tersebut ilegal, Kesbangpol hanya menyatakan bahwa ada satu Organisasi di Bulukumba yang ilegal yaitu Gafatar karena merusak, Apabila memang ada salah satu staf yang menyatakan pernyataan tersebut selaku Kakesbang akan melakukan evaluasi dan meminta maaf sesuai yang dituntutkan massa, adapun tanggapan Ahmad tafsir yg menyampaikan bahwa dirinya tdk pernah mengucapkan dan mengeluarkan statemen seperti itu dan ada bukti rekaman dirinya.

Pengunjuk rasa kemudian melanjutkan aksinya menuju kantor harian radar Selatan untuk mengklarifikasi pemberitaannya salah satu wartawan radar Selatan dan diterima oleh wakil redaktur radar Selatan yaitu Amiruddin dan menyampaikan kepada pengunjuk rasa meminta maaf atas kesalahan penulisan judul yg di lakukan salah satu wartawan kami dan siap melakukan sanksi terhadap wartawan tersebut dan selanjutnya pengunjuk rasa meminta kepada radar Selatan agar meminta maaf kepada media lokal maupun media nasional mengingat pemberitaan ini sdh ribuan org membacanya,sehingga kami meminta nama baik di pulihkan kembali melalui media secara berturut-turut selama tiga hari dan meminta kepada oknum wartawan radar diberi sanksi tegas dan tanggapan pihak radar bersedia menerima permintaan tsb dan siap untuk meminta maaf lewat media sosial maupun media nasional.
Kapolres Bulukumba AKBP Selamat Rianto, SIK melalui Kabag Ops Polres Bulukumba Kompol Syarifuddin, S.H. menyampaikan bahwa pelaksanaan unjuk rasa berjalan dengan tertib dan lancar, adanya kerjasama yang baik antara pihak Kepolisian dan pengunjuk rasa diharapkan dapat terus menciptakan situasi Kondusif di Kabupaten Bulukumba.

 

( Humas Polres Bulukumba )