Tribratanewspolresbulukumba – Sebagai bentuk partisipasi Kepolisian dalam memajukan Pendidikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Bulukumba Bhabinkamtibmas Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, Brigpol Achmad Syarifuddin ikut mengajar di Desa terpencil tepatnya di SD 302  Desa Tamaona dan SD 57 Desa OroGading  Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan mengajar ini di lakukan manakala ada guru yang berhalangan masuk mengajar, Selain ikut mengajar Brigpol Achmad Syarifuddin juga memberikan bantuan buku kepada siswa yang kurang mampu, dimana buku ini dibeli dengan cara menyisihkan sebagian dari gaji yang di terimanya, pemberian buku tulis tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi untuk lebih giat dalam belajar dan membantu siswa siswi yang tidak mampu.

Brigpol Achmad Syarifuddin yang kesehariannya bertugas di Polsek Kindang merupakan Bhabinkamtibmas yang bertugas di Desa Oro Gading dan Desa Tamaona.

ganja

Pada Saat melaksanakan Sambang ke Desa Binaannya Desa oro Gading Brigpol Achmad Syarifuddin Melihat seorang anak yang bernama Fitri Angraeni sedang duduk-duduk di depan rumahnya kemudian bertanya kepada Fitri Angraeni kenapa tidak ke sekolah dan menjawab bahwa dia sudah tidak sekolah karena pernah ikut dengan orang tuanya merantau ke Malaysia selama 4 tahun.

Oleh karena itu Brigpol Achmad Syarifuddin mengambil inisiatif untuk memfasilitasi Fitri Angraeni dengan pihak sekolah SD 57 Oro Gading agar dapat melanjutkan pendidikannya kembali. Dimana Fitri Angraeni sebelumnya pernah sekolah di SD 273 Kindang namun jaraknya jauh dari tempat tinggalnya dan

Setelah bertemu pihak Sekolah SD 57 Oro Gading, Fitriangraeni dapat di terima sekolah dengan beberapa syarat administrasi diantaranya harus mempunyai Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan surat pindah dari sekolah Fitri Angraeni sebelumnya, yaitu SD 273 Kindang.

Karena data administrasi anak tersebut tidak lengkap, Brigpol Achmad Syarifuddin pun mengurus semua perlengkapannya ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba karena Fitri Angraeni tidak mempunyai Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga.

“Saya berharap agar Fitri Angraeni dapat melanjutkan pendidikannya kembali seperti sedia kala dan dapat mencapai cita-citanya,” ujar Brigpol Achmad Syarifuddin.